Belanja Hemat

Belajar Cari Uang - Kampus saya berada di sekitar daerah Senayan, memang bukan hal yang mudah memiliki kampus di antara dua mall sebesar Senayan City dan Plasa Senayan. Bawaannya selalu saja ingin main kesana tiap kali dosen saya tidak datang. Apalagi jika Metro Plasa Senayan ada diskon, waduh, bikin saya nggak tahan untuk nggak mampir kesana. Dan saya yakin, bukan hanya saya saja yang berpikiran seperti itu, wanita-wanita lain pun nggak akan tahan jika melihat banner besar bertuliskan, "Diskon 70%". Terbukti kemarin jalan asia afrika di rundung macet panjang karena ada diskon 70% sehari penuh di Metro Plasa Senayan.

Namun, bukan berarti anda tidak bisa mengatasinya. Saya punya beberapa tips yang bisa anda jadikan pedoman ketika anda berhasrat ingin belanja padahal anda tahu dengan pasti bahwa anda belum membutuhkannya.

Bukan salah anda jika anda adalah seorang wanita dengan hobi berbelanja, bukan juga salah anda jika anda adalah seorang pria penyuka parfum-parfum mahal.
Dewasa ini Jakarta semakin disibukkan dengan pembangunan mal-mal disudut-sudut kota, brand-brand terkenal pun semakin banyak peminatnya. Bahkan, secara tidak kasat mata, ada yang namanya mall untuk kalangan elite dan mall untuk kalangan menengah ke bawah.

Belanja, meskipun terdengar mahal, namun tetap saja banyak yang berminat. Apalagi para wanita yang selalu berpikiran bahwa belanja merupakan salah satu jalan keluar ketika menghadapi masalah. Saya pun berpikiran demikian, bahkan hingga detik ini.

Banyak yang bilang jangan punya credit card, nanti pengeluaran akan semakin membengkak.
Ada juga yang menyarankan jangan sering-sering pergi ke mall, nanti anda tidak akan tahan melihat sale lalu kemudian berbelanja kembali.
Tapi saya belajar dari teman saya. Dia orang mampu yang benar-benar tahu bagaimana kita harus bijak mengeluarkan uang. Dia memang tidak memiliki credit card (mungkin anda bisa mencontohnya), bukan karena dia tidak mampu tapi karena dia bilang "belum butuh". Dia juga bukan tipikal orang yang ansos (anti sosial) sehingga dia akan menurut saja jika kita janjian makan di mall (jika itu memang waktunya jam makan).

Dia bilang, pergi ke mall harus dengan perut kenyang, biasanya, godaan berbelanja bisa di minimalisir ketika perut kita sedang kenyang. Entahlah bagaimana caranya, tapi itulah yang dia rasakan. Dan ketika saya mencobanya, ajaib, itu memang berhasil.
Jika ada kegiatan yang mengharuskan saya ke mall, maka saya akan makan dulu, dan hasilnya saya tidak tergoda dengan sale-sale yang terpampang nyentrik di sisi-sisi mall.

Tips kedua, pastikan bahwa anda menyiapkan budget khusus jika memang ingin berbelanja. Dan jangan berbelanja lebih dari budget yang telah di tentukan. Ini memang tidak membuat anda menjadi hemat, tapi anda akan semakin pintar mengatur pengeluaran, yang pada akhirnya akan membuat anda menyadari bahwa berbelanja bukanlah prioritas utama.
Dan yang terakhir, anda memang pantas dan berhak untuk berbelanja berapapun yang anda inginkan tapi dengan satu syarat, jangan sampai anda lupa prioritas anda. Sisihkan uang yang menjadi prioritas anda (misalkan membeli rumah dan tabungan anak untuk sekolah), dan sisanya...terserah anda..

JellyMuffin.com - The place for profile layouts, flash generators, glitter graphics, backgrounds and codes  
Jangan Lupa Di LIKE Ya...!!!

mudik hemat menggunakan bajaj

Mudik memang sudah menjadi kegiatan / agenda rutin yang tak terpisahkan dari rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati lebaran atau Hari Raya Idul Firti.
Sebenarnya mudik itu sendiri apa sih ?  Pengertian mudik menurut wikipedia yaitu :
"Mudik adalah kegiatan perantau/ pekerja migran untuk kembali ke kampung halamannya. Mudik di Indonesia identik dengan tradisi tahunan yang terjadi menjelang hari raya besar keagamaan misalnya menjelang Lebaran.

Pemudik memilih menggunakan bajaj untuk pulang kampung dan merayakan Lebaran karena lebih hemat biayanya ketimbang sarana transportasi lain.
"Perjalanan ke kampung halaman dengan menggunakan bajaj lebih menyenangkan dan lebih hemat dibandingkan dengan naik bus," kata Maptuko, seorang pemudik dari Jakarta ke Pemalang, Jawa Tengah, yang sedang istirahat di tepi salah satu ruas jalan, di Tegal, Jumat (18/9).
Ia mengaku, setiap hari menjadi penarik bajaj di Jakarta dan dalam beberapa tahun terakhir mudik dengan menggunakan bajaj.
Selama perjalanan mudik, katanya, bisa menikmati pemandangan lebih leluasa ketimbang naik bus.
Ia mengatakan, butuh sekitar 20 liter bensin dan 20 liter oli atau total biaya bahan bakar minyak Rp 46 ribu untuk perjalanan mudik dengan menggunakan bajaj dari Jakarta menuju Pemalang.
"Itu sudah untuk mengangkut tiga sampai empat orang," katanya.     
Ia mengatakan, bila naik bus kemungkinan butuh biaya antara Rp 60 ribu hingga Rp 100 ribu perorang.
Pemudik menggunakan bajaj lainnya, Tosim, mengatakan, beberapa kali bersama anggota keluarganya mudik ke Tegal menggunakan bajaj. Ia telah 12 tahun bekerja di Jakarta sebagai penarik bajaj.
Ia mengatakan, mudik naik bajaj juga meningkatkan semangat kekeluargaan.
Ia mengaku bersama sejumlah penarik bajaj asal Tegal lainnya mudik secara rombongan.
"Kalau bajaj rusak di jalan, kita atasi bersama-sama," katanya.
Dari Pantauan di Kota Tegal pada Jumat (18/9) atau H-3 Lebaran, arus lalu lintas terlihat padat oleh berbagai kendaraan yang melewati jalan utama di kota itu.
Antrean kendaraan relatif panjang tampak di depan Pasar Martoloyo selama beberapa saat. Polisi terlihat berusaha mengatur lalu lintas di depan pasar itu supaya lancar.