7 Alasan Mengapa Bangun Pagi Baik Untuk Kesehatan



[imagetag]

Anda pernah mendengar slogan "Early to bed, early to rise, makes a man healthy, wealthy, and wise"? Slogan ini sungguh tepat, karena ketika Anda tidur lebih cepat dan bangun lebih awal, Anda mendapat cukup waktu istirahat dan bangun dalam kondisi yang segar-bugar. Dengan kondisi ini, Anda bisa lebih meningkatkan produktivitas hidup Anda sepanjang hari.

Maka, untuk Anda yang masih belum bisa mendapatkan quality time akibat selalu begadang dan bangun kesiangan, coba pertimbangkan untuk lebih mengatur waktu. Bangun pagi itu menyenangkan, lho, karena Anda bisa mendapatkan waktu ekstra untuk melakukan hal-hal yang ingin Anda lakukan.

1 . Mengasah pikiran dan hati

Pagi hari merupakan waktu yang baik untuk pengembangan diri. Misalnya, untuk membaca buku Your Job Is Not Your Career-nya Rene Suhardono yang tak juga habis dibaca itu. Baca buku ini pada pagi hari. Suasana yang masih tenang akan menjadi anugerah yang bisa Anda gunakan untuk mengembangkan diri Anda, secara profesional, emosional, fisik, mental, dan spiritual. pagi hari adalah waktu untuk mengasah pikiran dan hati.

2. Berolahraga

Tidur lebih awal, membuat Anda mampu bangun pagi dengan bugar. Waktu yang masih ada bisa Anda gunakan untuk berolahraga, entah di rumah atau di gym dekat kantor.

3. Membereskan hal-hal kecil

Bereskan hal-hal kecil yang harus Anda lakukan lebih dulu untuk menyelesaikan tugas yang lebih besar pada hari itu. Misalnya, balas dulu email-email yang belum dibuka di inbox, supaya rongrongan email dari klien atau departemen lain di kantor tidak menyita perhatian Anda.

4. Meningkatkan produktivitas

Jika Anda mengawali hari lebih awal, Anda akan membuat hari terasa lebih panjang. Dengan demikian, Anda bisa melakukan lebih banyak dalam satu hari daripada biasanya. Jika pekerjaan Anda menumpuk untuk esok hari, tidurlah lebih awal, bangun lebih pagi, maka Anda bisa menyelesaikan tugas dengan lebih cepat.

5. Menggunakan waktu untuk berpikir

Pakar keuangan James Citrin pernah mengatakan, "Heningnya pagi seringkali terjadi ketika pikiran kita sedang jernih, dan memungkinkan untuk memecahkan persoalan penting." Artikelnya, Tapping the Power of Your Morning Routine, akan memberikan wawasan pada Anda betapa berharganya waktu pagi. Dalam artikel tersebut Jim juga melaporkan bahwa 80 persen pejabat perusahaan yang diwawancaranya bangun pukul 05.30 atau lebih pagi.

6. Melakukan meditasi

Meditasi menyebabkan keseimbangan emosional dan kesejahteraan diri. Jika Anda mengawali hari dengan bermeditasi, Anda akan membawa keseimbangan dalam hidup Anda sepanjang hari, dan memperbaiki kualitas hidup Anda. Pagi menjadi waktu yang lebih baik untuk meditasi karena pikiran Anda masih segar, rileks, dan otak masih tajam.

7. Mengalahkan kemacetan

Warga Jakarta atau kota besar lain di Indonesia tentu tahu, jika Anda harus menempuh waktu puluhan kilometer menuju kantor setiap hari, Anda akan menghemat waktu jika berangkat ke kantor lebih awal. Dengan tiba di kantor lebih awal Anda bisa menggunakan waktu yang masih ada untuk melakukan hal-hal yang Anda sukai, entah itu membaca, olahraga, menelepon orangtua di kampung, merencanakan kegiatan dalam sehari, dan lain sebagainya. Daripada menggunakan waktu ini untuk mengarungi kemacetan, lebih baik memanfaatkannya untuk "me time" kecil-kecilan kan?

Sumber

#bcfda5

Mengapa Tak Umum Hendak Naikkan Gaji MB Masa Kempen PRU Dulu – Dr Chandra Muzaffar


Saya tertanya-tanya, mengapa pemimpin Barisan Nasional dan Pakatan Rakyat tidak memberitahu pengundi semasa kempen pilihan raya umum ke-13 lalu yang mereka akan menaikkan gaji dan elaun orang Menteri Besar dan ketua menteri, ahli majlis eksekutif dan perundangan dalam tempoh enam bulan selepas memegang kuasa?

Keutamaan bagi seseorang pemimpin yang dipilih sepatutnya adalah menjaga kebajikan rakyat dan merangka strategi yang paling berkesan untuk membendung kenaikan kos sara hidup.

Lebih 75% daripada isi rumah di negara ini berpendapatan kurang daripada RM5, 000 sebulan. Kos sara yang hidup, termasuk harga makanan melambung merupakan cabaran terbesar mereka.

Baik BN ataupun PR belum datang dengan penyelesaian yang komprehensif kepada masalah yang besar ini.

Satu kajian semula secara holistik mengenai struktur upah dan gaji kita; pengeluaran serta pengedaran barangan dan perkhidmatan di negara ini, corak penggunaan, tahap kemahiran yang boleh dipasarkan; asas saintifik dan teknologi negara, peranan tenaga pekerja asing, sangat diperlukan ketika ini.

Ia penting untuk kita beralih daripada ekonomi yang berorentasikan ‘elit’ kepada penekanan yang lebih kepada dasar-dasar berasaskan kesaksamaan yang kelak akan memberi kuasa kepada majoriti rakyat.

Pekali Gini (ukuran penyerakan statistik) dalam pengagihan pendapatan di negara kita pada akhir tahun 2012 adalah salah satu yang yang tertinggi di Asia Tenggara, ia adalah lebih buruk daripada Indonesia dan Thailand.

Hasil daripada perbezaan ini, jurang sosial yang memisahkan golongan “berkemampuan” dan golongan “kurang berkemampuan” telah melebar dengan ketara hingga mewujudkan masyarakat yang ‘terbahagi’.

Ia adalah salah satu halangan yang serius dalam usaha pembentukan “1Malaysia”.

Malangnya, pelebaran kekayaan dan jurang sosial juga adalah satu fenomena global.

Ia mula melemahkan perpaduan termasuk dalam masyarakat yang dikenali kerana ‘egalitarianisme’ mereka seperti di negara-negara Scandinavia.

Di Amerika Syarikat, kapitalisme tanpa belenggu telah menjadi punca kepada peningkatan ketidaksamaan – sekaligus mewujudkan keadaan di mana “keluarga Walton, pewaris kekayaan Walmart, telah mengumpul kekayaan lebih daripada 40% di Amerika Syarikat.”

Inilah sebabnya, mengapa dari segi moralnya, kenaikan besar gaji para ‘pemimpin’ di negara ini tidak boleh dipertahankan di saat rakyat yang lain terpaksa ‘berjuang’ untuk meneruskan kehidupan.

Ia mengingatkan kita pada satu akronim yang dikaitkan dengan Presiden Sukarno sekitar tahun 50-an dulu iaitu iaitu USDEK – Untuk Saya Dahulu Engkau Kemudian .

Dr Chandra Muzaffar

Petaling Jaya

Mengapa Cincin Pernikahan Harus Di Jari Manis

Mungkin ada yang bertanya kenapa ya cincin kawin umumnya di jari manis tangan kiri, kok ndak di jari tengah sebelah kanan gitu? Ternyata memang ada makna kenapa cincin kawin di tempatkan di sebelah sana.
 
Coba ikuti langkah berikut ini, Anda akan percaya bahwa Tuhan benar-benar membuat keajaiban
  1. Pertama, pertemukan kedua telapak tangan anda, jari tengah saling silang ditekuk ke dalam.
  2. Kemudian, 4 jari yang lain pertemukan ujungnya.
  3. Permainan dimulai, 5 pasang jari tetapi hanya 1 pasang yang tidak terpisahkan…
  4. Cobalah membuka ibu jari anda, ibu jari mewakili orang tua, ibu jari bisa dibuka karena semua manusia mengalami sakit dan mati.
  5. Dengan demikian orang tua kita akan meninggalkan kita suatu hari nanti.
  6. Tutup kembali ibu jari anda, kemudian buka jari telunjuk anda, jari telunjuk mewakili kakak dan adik anda, mereka memiliki keluarga sendiri, sehingga mereka juga akan meninggalkan kita.
  7. Sekarang tutup kembali jari telunjuk anda, buka jari kelingking, yang mewakili anak2. cepat atau lambat anak2 juga akan meninggalkan kita.
  8. Selanjutnya, tutup jari kelingking anda, bukalah jari manis anda tempat dimana kita menaruh cincin pernikahan anda, Ente akan heran karena jari tersebut tidak akan bisa dibuka. Karena jari manis mewakili suami dan istri, selama hidup anda dan pasangan Ente akan terus melekat satu sama lain.
Ketika otak menerima pesan untuk menggerakan jari telunjuk kita, dapat digerakan. Begitu juga dengan jempol, tengah, dan kelingking kita.
Mengapa jari manis tetap diam tak dapat digerakan meskipun otak ini bersikeras mengoyahkan? Itulah kenapa dari dulu cinta didasarkan pada dorongan kuat dari perasaan, bukan dari otak atau otot.
Terasa kan sekeras apapun otak dan otot kita bersikeras menggerakan jari manis kita, tetap tak bisa digoyahkan. simbol dari cinta sejati ♥
 
 
sumber